Konsolidasi KAHMI untuk Indonesia Maju
Oleh: Sahrul Takim
Konsolidasi KAHMI untuk Indonesia Maju merupakan suatu agenda strategis yang sangat penting dalam konteks penguatan peran intelektual muslim dalam pembangunan nasional. KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) sebagai wadah yang menaungi para alumni HMI memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mempercepat kemajuan Indonesia, baik dari segi sosial, ekonomi, politik, maupun budaya. Namun, potensi ini hanya dapat terwujud secara optimal jika konsolidasi internal organisasi ini dilakukan secara serius, sistematis, dan terarah.
Pertama, konsolidasi KAHMI sangat dibutuhkan guna menyatukan visi, misi, dan gerak kolektif seluruh alumni HMI di seluruh Indonesia. Di tengah keberagaman latar belakang dan bidang profesi para anggotanya, KAHMI harus mampu membangun kesamaan persepsi bahwa kemajuan Indonesia khususnya di Kabupaten Kepulauan Sula adalah tujuan utama yang harus didukung bersama. Konsolidasi ini mencakup komunikasi intensif antarpengurus, integrasi program kerja, dan sinergi aksi nyata di tingkat nasional maupun daerah. Tanpa adanya penguatan kesatuan dan keterpaduan tersebut, potensi sumber daya intelektual yang dimiliki akan terfragmentasi dan kurang efektif dalam memberi dampak sosial.
Kedua, konsolidasi KAHMI dapat mengoptimalkan peran alumni HMI sebagai agen perubahan yang memperkuat demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Indonesia. Alumni KAHMI yang tersebar di berbagai sektor baik birokrasi, politik, dunia usaha, maupun akademisi harus dapat saling mendukung satu sama lain dan bersama-sama mengawal nilai-nilai kejujuran, integritas, dan keadilan. Konsolidasi internal akan menjadikan KAHMI sebagai kekuatan moral sekaligus kekuatan intelektual yang mampu memberikan advokasi dan solusi atas berbagai persoalan bangsa, seperti korupsi, kemiskinan, dan ketimpangan sosial.
Ketiga, melalui konsolidasi, KAHMI bisa memperkuat program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan dan ekonomi yang dapat menjawab tantangan kemiskinan dan ketimpangan yang masih membelit Indonesia. Dengan jejaring luas para alumni yang tersebar, KAHMI dapat membangun model kolaborasi yang inovatif untuk mendukung UMKM, memperkuat literasi keuangan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pembinaan intensif. Hal ini menjadi langkah nyata KAHMI dalam mewujudkan Indonesia maju yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Keempat, konsolidasi KAHMI dapat memperkuat jati diri bangsa yang berbasis keragaman budaya dan agama, khususnya dalam membangun masyarakat madani yang toleran dan inklusif. Dalam era globalisasi dan tantangan disintegrasi sosial, KAHMI punya peranan sentral dalam mengembangkan narasi kebangsaan yang inklusif dan mengedepankan nilai-nilai dialog antarumat beragama serta kerjasama antar komunitas sosial. Konsolidasi internal akan semakin memantapkan posisi KAHMI sebagai pelopor moderasi beragama dan nilai-nilai keindonesiaan.
Namun, konsolidasi KAHMI ini tidak tanpa tantangan. Salah satu hambatan utama adalah perbedaan kepentingan dan fragmentasi kepengurusan yang terjadi di beberapa daerah. Kompetisi dan polarisasi yang kerap muncul harus dikelola dengan prinsip mufakat dan musyawarah agar tidak menggerus semangat persatuan. Penggunaan teknologi informasi dapat menjadi media efektif untuk mempererat komunikasi dan memperluas partisipasi anggota dalam berbagai pengambilan keputusan. Selain itu, regenerasi kepemimpinan yang sehat sangat dibutuhkan agar konsolidasi berjalan dinamis dan berkelanjutan.
Untuk mengakhiri tulisan ini, saya berpikir bahwa konsolidasi KAHMI adalah kebutuhan fundamental agar potensi besar yang dimiliki oleh jaringan alumni HMI dapat terwujud sebagai kekuatan nyata dalam mempercepat kemajuan Indonesia. Melalui konsolidasi yang kokoh, KAHMI dapat berperan sebagai katalisator pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, penguatan demokrasi, pengembangan sumber daya manusia, dan pemajuan nilai-nilai kebangsaan yang inklusif. Dengan semangat kebersamaan, integritas, dan akhlak mulia, KAHMI turut mewarnai perjalanan Indonesia maju yang adil, makmur, dan berdaulat.
Waiipa, Cazica 16 September 2025

Komentar
Posting Komentar