Oleh: Sahrul Takim Bangsa tidak akan kehilangan masa depan karena kekurangan gedung, tetapi karena gagal menghargai guru yang membangun manusia (Nai Ulen) Dalam beberapa bulan terakhir, ruang publik Indonesia tidak hanya dipenuhi oleh pembahasan mengenai kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru, tetapi juga oleh perdebatan mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah. Berbagai media daring memberitakan adanya polemik terkait Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, termasuk isu mengenai rencana pengadaan kipas angin yang disebut bernilai sekitar Rp1,2 triliun serta pengadaan kendaraan operasional berupa truk. Di sisi lain, pemerintah memberikan klarifikasi bahwa berbagai angka dan rincian yang beredar masih perlu dipahami secara utuh karena tidak seluruh informasi yang beredar di media sosial mencerminkan kebijakan final pemerintah. Terlepas dari benar atau tidaknya keseluruhan informasi tersebut, satu hal yang tidak dapat diabaikan adalah lahirnya persepsi publik meng...
Ketika Pendidikan Berhenti di Tengah Jalan: Tingginya Angka Putus Sekolah dan Terbatasnya Peluang Pendidikan Lanjutan Pada Jenjang pendidikan Tinggi di Kabupaten Kepulauan Sula
Oleh: Dr. Sahrul Takim, S.Pd.I., M.Pd.I. “Pendidikan yang terhenti di tengah jalan bukanlah sekadar kehilangan bangku sekolah, melainkan kehilangan arah bagi seluruh masa depan; karena setiap anak yang putus sekolah adalah sebuah dunia yang terputus POTENSInya, dan masyarakat yang membiarkan itu terjadi sedang menggali lubang bagi kemiskinan, ketidaktahuan, dan ketergantungan yang akan menelan generasi-generasi berikutnya.” Paulo Freire (ahli pendidikan kritis) Pendahuluan Pendidikan merupakan investasi paling berharga bagi suatu bangsa. Berbeda dengan pembangunan fisik yang dapat mengalami kerusakan akibat waktu atau bencana, investasi pada pendidikan akan terus memberikan manfaat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, hampir seluruh negara maju menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan. Pendidikan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang terampil, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat kohesi sosial, mengurangi kemiskinan...