Oleh: Sahrul Takim Ketika Idealisme Kader Harus Berubah Menjadi Kekuatan Ekonomi Enam belas tahun bukan waktu yang pendek bagi sebuah organisasi. Ia adalah rentang waktu yang cukup sebab HIPKA sebagai wadah para alumni HMI yang memilih jalan pengabdian melalui dunia usaha—memasuki usia ke-16. Sebab ukuran keberhasilan sebuah organisasi tidak semata-mata dapat dilihat dari banyaknya kegiatan, panjangnya struktur kepengurusan, atau ramainya forum silaturahmi. Ukuran yang lebih substansial adalah sejauh mana organisasi mampu melahirkan perubahan yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Tulisan mengenai 16 tahun HIPKA menegaskan gagasan tersebut: alumni HMI perlu mentransformasikan idealisme menjadi kekuatan ekonomi melalui produksi, perdagangan, investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat. HMI sejak awal bukan sekadar organisasi yang mengajarkan kader untuk pandai berbicara. Di dalam tradisinya terdapat latihan berpikir, keberanian bersikap, ...
JANGAN KITA KHUSYUK BERDOA AGAR TURUN HUJAN, NAMUN KITA SIBUK MERUSAK HUTAN; Membaca Ironi Kerusakan Hutan, Penebangan yang Melanggar Aturan, Krisis Air, dan Masa Depan Ekologi Kepulauan Sula
Oleh: Dr. Sahrul Takim, S.Pd.I., M.Pd.I. PROLOG Ada sebuah ironi ekologis yang seharusnya membuat kita berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri, mengapa kita begitu khusyuk meminta hujan kepada Allah SWT, sementara pada saat yang sama kita begitu sibuk merusak hutan yang menjadi bagian penting dari sistem kehidupan? Ketika musim kemarau datang dan tanah mulai mengering, kita menengadah ke langit, berharap awan segera berkumpul dan hujan kembali membasahi bumi. Kita berdoa agar mata air tidak mengering, sumur tetap terisi, kebun warga mendapatkan air, dan masyarakat tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, di balik doa-doa itu terdapat pertanyaan yang jauh lebih menggelisahkan yakni ketika kita meminta air dari langit, apa yang sebenarnya sedang kita lakukan terhadap bumi sebagai sarana penampung air tersebut? Kita mengeluh ketika mata air mulai berkurang, tetapi sering kali tidak cukup serius melihat kondisi hutan dan daerah tangkap...