Oleh: Sahrul Takim Pendidikan merupakan instrumen utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Namun, di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Sula, tantangan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis potret pendidikan di Kepulauan Sula dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis berbasis data sekunder dari portal resmi pendidikan dan statistik nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun akses pendidikan dasar relatif tinggi, masih terdapat ketimpangan signifikan pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor geografis, ekonomi, sosial, serta kualitas layanan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan transformasi kebijakan pendidikan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. A. Prolog Pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong pembangunan ekonomi secara ...
Oleh: Sahrul Takim Jika bumi rusak oleh keserakahan, maka pohon tumbuh dari kesadaran. Prolog Krisis lingkungan hidup dewasa ini telah menjadi persoalan global yang dampaknya dirasakan hingga ke wilayah-wilayah terpencil, termasuk daerah kepulauan. Perubahan iklim, kerusakan hutan, penurunan kualitas udara, krisis air bersih, dan meningkatnya bencana ekologis merupakan tanda bahwa relasi manusia dengan alam berada dalam kondisi yang tidak seimbang. Dalam situasi seperti ini, tindakan-tindakan kecil yang berpihak pada kelestarian lingkungan justru memperoleh makna yang sangat besar. Salah satu tindakan tersebut adalah menanam pohon. Aktivitas menanam pohon sering kali dipersepsikan sebagai kegiatan rutin, seremonial, bahkan simbolik. Namun, jika ditelaah secara lebih mendalam, menanam pohon sejatinya adalah bentuk perlawanan. Ia adalah perlawanan terhadap kerusakan ekologis, perlawanan terhadap paradigma pembangunan yang eksploitatif, serta perlawanan terhadap sikap apatis ma...