Langsung ke konten utama

Dua Hari Kadishub Diperiksa Kejaksaan

Bandara Emalamo Bandara Emalamo
SANANA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula, diam-diam mengusut anggaran kontrak pesawat pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika  (Dishubkominfo) Kepsul. Informasi yang diperoleh, sejak dua hari terakhir, terhitung Rabu (27/1) hingga Kamis (28/1), Kadishubkominfo, Ridwan Buamona, diperiksa secara intensif penyidik Kejaksaan.
      Dari awal, anggaran kontrak pesawat ini sudah tidak jelas. Makanya, 2015 lalu tak lagi dimasukkan dalam APBD. Namun Pemkab tetap mengontrak pesawat, dengan anggaran yang tidak jelas. Di sisi lain, Kejaksaan terkesan menutupi kasus tersebut.
    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepsul, Banua Purba, yang dikonfirmasi, enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaan Ridwan.”Yang datang ke Kejaksaan itu bukan berarti diperiksa. Kadishubkominfo hanya datang silaturahmi,''ungkapnya. Pernyataan Kajari ini kesannya tidak masuk akal, karena silaturahmi saja, dilaksanakan dua hari.''Iya, kita hanya tanya-tanya biasa. Kenapa jadwal pesawat sering terlambat. Padahal, sudah dikontrak. Kalau sudah dikontrak, uang dari penjualan tiket untuk apa, serta berbagai pertanyaan lainnya,”jawab Kajari diplomatis.
      Selain Kadishubkominfo, informasi yang diperoleh, Kejaksaan juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada sejumlah pihak untuk menggalih lebih dalam kasus ini. Terpisah, Ketua Bidang Eksternal Badko HMI Maluku-Maluku Utara, Syahrul Takim, mendesak Kejaksaan menyeriusi kasus tersebut. Sebab dari awal sudah terindikasi bermasalah.(rul/met)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketidakadilan yang Membusuk: Ketika Prioritas Publik Menghukum Guru Honorer

Oleh: Sahrul Takim Pendahuluan: Angka yang mengoyak Hati Tidak ada yang lebih mengoyak nurani kolektif daripada melihat angka-angka, angka yang seharusnya merepresentasikan penghargaan negara terhadap kerja, pengabdian, dan martabat manusia, tetapi justru membuka tabir tentang betapa kelirunya arah prioritas kebijakan publik. Pada awal tahun 2026, masyarakat Indonesia disuguhi fakta yang mengejutkan melalui pemberitaan media massa mengenai besaran gaji pegawai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala dapur disebut menerima gaji hingga tujuh juta rupiah per bulan, ahli gizi dan akuntan di kisaran lima juta rupiah, pengantar makanan sekitar tiga juta rupiah, bahkan tukang cuci piring memperoleh sekitar dua juta lima ratus ribu rupiah. Angka-angka ini pada dasarnya bukan persoalan jika berdiri sendiri, sebab setiap pekerjaan memang layak memperoleh upah yang manusiawi. Namun persoalan serius muncul ketika angka-angka tersebut dibandingkan dengan realitas yang dialami guru honorer di I...

Miliaran Rupiah Tanpa Jejak; PPJ dan Korban Nyawa di Kota Sanana

Oleh: Sahrul Takim  Ada ironi besar yang terus dibiarkan tumbuh di Kabupaten Kepulauan Sula yakni rakyat membayar untuk penerangan, namun yang diperoleh bertahun-tahun hanya kegelapan. Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dipungut rutin, disiplin, dan nyaris tanpa celah. Namun hasilnya? Kota Sanana di malam hari justru menampilkan wajah kumuh, gelap, dan berbahaya sebuah potret keburukan tata kelola anggaran daerah yang telanjang di depan mata publik. Secara normatif, PPJ adalah pajak daerah yang dipungut melalui rekening listrik PLN berdasarkan Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Skemanya sederhana: setiap pembelian token listrik prabayar, masyarakat otomatis membayar tambahan 10 persen untuk PPJ. Dana ini langsung masuk ke Kas Daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pertanyaannya sederhana tapi agak aneh adalah kemana perginya uang itu? Dengan jumlah pelanggan listrik di Kepulauan Sula yang terus bertambah selama kurang lebih 20 tahun, akumulasi PPJ yang masuk ke...

PERNIKAHAN ATARA KEMEWAHAN DAN KEBERKAHAN

  Oleh: Sahrul Takim   "Pernikahan bukanlah tentang kemewahan, tapi tentang keberkahan. Maka jangan jadikan ia berat karena mahar yang mahal atau pesta yang berlebihan." ( Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah) Prolog Pernikahan adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Ia bukan hanya sekadar penyatuan dua insan, melainkan juga ibadah yang bernilai tinggi, sarana menjaga kehormatan diri, serta jalan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Realitas kehidupan masyarakat saat ini, sering kali pernikahan justru dibebani dengan biaya yang sangat besar, hingga membuat sebagian orang merasa enggan atau menunda pernikahan karena keterbatasan ekonomi. Bahkan kerap menempuh jalan pintas walau harus memikul dosa besar, hanya karena menghindari tingginya Penetapan Biaya Nikah. Sebagian lain harus memilih mengakhiri perasaan dan perjalanan selanjutnya disebabkan karena tidak memiliki biaya yang besar. Dalam masyarakat...