Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Kongres HPMS IV: Sebuah Ikhtiar Perbaikan Organisasi Secara Kolektif

Oleh: Sahrul Takim   Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) bukan sekadar organisasi kedaerahan biasa yang didirikan kemari. Sore. Sejak didirikan pada 20 September 1959 di Makassar, HPMS tumbuh sebagai rumah perjuangan intelektual dan sosial bagi generasi muda Sula yang merantau untuk belajar, sekaligus memikirkan masa depan kampung halamannya. Melalui berbagai fase sejarah, HPMS tercatat berperan dalam pengembangan pendidikan, pembentukan sekolah, hingga ikut mengawal proses pemekaran Kabupaten Kepulauan Sula sampai ditetapkan pada Bulan Mei Tahun 2003. Warisan sejarah ini menempatkan HPMS bukan hanya sebagai paguyuban, tetapi sebagai aktor penting dalam perjalanan sosial dan politik di Kepulauan Sula. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dinamika internal dan perubahan konteks sosial membuat HPMS seolah menjauh dari peran historisnya. Kritik tentang melemahnya daya juang, fragmentasi cabang, hingga istilah “mati suri” terhadap organisasi ini mulai mengemuka dalam berbagai tulis...

Banjir di Sumatera; Bencana Sekaligus Alarm Untuk Pulau Kecil Seperti Kepulauan Sula

Foto Ilustrasi: Pemerintah Hadir Hanya Ketika Bencana Tapi Tidak Melihat dan Menyelesaikan Akar Masalahnya. Oleh: Sahrul Takim   Banjir yang mengalir di dataran Sumatera mengingatkan kita bahwa alam selalu memberi tanda. Bagi Kabupaten Kepulauan Sula, pelajaran terpenting adalah kesiapsiagaan dan menjaga keseimbangan alam, karena kendati pulau kecil, kita tidak kalah kuat menghadapi tantangan jika bersatu dan bijak merawat lingkungan (Nai Ulen) . Prolog: Potret Banjir di Sumatera Banjir yang terjadi di Sumatera dalam beberapa tahun terakhir menyimpan banyak pelajaran penting bagi daerah kepulauan kecil, khususnya Kabupaten Kepulauan Sula. Sekilas, banjir skala besar yang merendam kota-kota di Sumatera tampak jauh dari konteks Sula yang berbentuk gugusan pulau, dipagari lautan, dan memiliki topografi perbukitan. Namun jika ditarik ke dalam perspektif kebijakan publik dan manajemen risiko bencana, kejadian di Sumatera justru merupakan cermin masa depan bagi daerah kepulauan apabila t...

HGN ke 80; Retafsir Eksistensi Guru 3T di Kepulauan Sula antara Kebutuhan dan Perlindungan

Oleh: Sahrul Takim   Kabupaten Kepulauan Sula adalah ruang hidup yang unik, gugusan pulau, garis pantai panjang, laut yang indah, tetapi sekaligus jarak yang jauh antarpermukiman dan pusat layanan publik. Konfigurasi geografis ini membawa berkah pariwisata dan perikanan, tetapi di sisi lain melahirkan problem serius dalam pemerataan layanan Pendidikan terutama bagi guru dan siswa di pulau-pulau kecil dan desa terpencil.  Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap pendidikan di Kepulauan Sula makin tampak. Hadirnya Kapal Literasi Mohammad Hatta yang berlabuh di Sanana , misalnya, menunjukkan bahwa lembaga sosial dan dunia usaha mulai menyadari bahwa akses buku dan sumber belajar di wilayah kepulauan masih jauh dari memadai. Demikian juga berbagai pelatihan muatan lokal yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Sula menandai adanya kesadaran baru bahwa kurikulum harus menyentuh kearifan lokal dan realitas sosial masyarakat kepulauan. Melalui tulisan ini perlu ditegaskan ba...